Home > Syakha School of Billionaire

Syakha School of Billionaire

Para Orang Tua yang Tercinta

Syakha School of Billionaire menyoroti perkembangan zaman ini yang penuh persaingan apalagi di zaman ini, yaitu zaman perdagangan bebas. Indonesia sudah lama masuk ke Dunia Pasar Bebas. Secara resmi tepatnya 1 Januari 2010 itupun hanya ASEAN+CHINA saja. Syakha School of Billionaire menganalisa Dalam Pasar Bebas ini, ternyata akan sangat melemahkan Indonesia, khususnya Tunas Muda, jika Para Tunas Muda Indonesia tidak disiapkan secara matang untuk bersaing dengan semua negara di Dunia muali dari sekarang. Dalam Pasar bebas ini terlihat sekali persaingan di dalam segala aspek kehidupan kita. Perdagangan Bebas bisa menjadi ancaman dan bisa jadi peluang yang luar biasa bagi kita.Untuk itu kita cermati dahulu Persaingan-persaingan yang ada dalam pasar bebas tersebut, diantaranya

1.Persaingan kualitas di bidang Produk dan Jasa. Memang pasar bebas sendiri terdorong karena ada banyak negara-negara yang ingin selalu menunjukan pada dunia produk-produk terbaiknya. Semua negara bersaing untuk menjual dan mempertontonkan kualitas produk dan jasanya dengan bebas tanpa biaya masuk. Dengan demikian akan saja ada banyak produk/jasa yang harganya murah dan kualitasnya lebih bagus, sehingga banyak orang dalam negeri yang malah memilih produk asing tersebut. Contoh saja, Indonesia kini semakin dibanjiri oleh produk-produk luar terutama produk China yang sangat murah dengan kualitas yang hampir mirip.¬† Alhasil, produk dalam negeri kalah saing di pasaran. Tidak sedikit, para pengusaha kita yang akhirnya gulung tikar.China sudah lekat sekali gengan: Motor China, Mobil China, Handphone China, TV China, Mainan China, dsb… Tapi Indonesia??? Bahkan di Amerika pun sekarang sudah ada Produk yang “Made in China”.

2.Persaingan Kualitas Sumber Daya Manusia. Jika semua keluarga ditanya, apakah gampang mencari pekerjaan yang diinginkan, gaji besar, fasilitas menarik, dan dengan pekerjaan yang tidak terlalu susah Untuk Saat ini??? Dalam pasar bebas, kita akan tahu bahwa untuk satu pekerjaan yang bagus, saingan orang Indonesia tidak hany dari sabang samp merauke saja tetapi, mereka akan saingan dengan negara tetangganya sendiri misal: malaysia, Singapura, India, China, dsb. Syakha School of Billionaire mencermari beberap fakta sbb:

Fakta1. 39.622 pelamar untuk 950 lowongan Jadi PNS DKI

PNS1 PNS2

Fakta2. 500 lowongan Trans TV diikuti oleh 110.000 Orang Pelamar (Sumber:Jawa Pos)

110 RIBU PELAMAR

Fakta 3. Jumlah Entrepreneur

Menurut David McClelland, suatu negara untuk menjadi makmur minimum jumlah entrepreneur 2%.
-Amerika Serikat, tahun 2007 memiliki 11,5% entrepreneur
-Singapura dengan penduduknya sekitar 4,24 juta tahun 2001 tercatat 2,1 persen & tahun 2005 jumlah itu naik menjadi 7,2 %.
-Indonesia hanya 0,18%

Fakta4. Korban PHK, Sarjana Nuklir Berjualan Es Krim

SARJANA NUKLIR

Saingan di Negeri Sendiri saja susah Apalagi sekarang saingan dengan pekerja dari Luar Negeri yang sudah dipersiapkan dari Awal menuju perdagangan Bebas ini. Jujur saja, Orang Indonesia datang ke Malaysia jadi apa? Orang Malaysia ke Indonesia Jadi apa? Hayoo….. Sekarang saja, kita susah bersaing dengan negara yang bertetangga saja, apalagi dengan dunia internasional lainya. Jadi, mampukah Anak-anak kita bersaing dengan negara-negara di dunia international kelak?

Dalam 20 tahun terakhir, cepatnya laju perkembangan zaman tidak sejalan dengan perkembangan di dunia pendidikan. Lihat saja bagaimana ketiga tokoh ini melewati zamannya masing – masing…

1. Henry Ford meraih $ 1 milyar pertamanya dalam 25 tahun
2. Bill Gates meraih $ 1 milyar pertamanya dalam 10 tahun
3. Jeff Bezos meraih $ 1 milyar pertamanya dalam 3 tahun

Bila Henry Ford berhasil meraih $1 milyar pertamanya dengan membangun perusahaan di bidang industri mobil, maka Bill Gates dapat melakukannya lebih cepat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Tapi yang lebih mencengangkan, dengan internet Jeff Bezos dapat meraih $ 1 milyar pertamanya hanya dalam 3 tahun.

Dari ketiga tokoh di atas, kita  belajar bahwa kita mungkin tidak dapat meraih sukses dengan menyewakan video tape di zaman DVD. Begitu juga dengan dunia pendidikan. Untuk dapat sukses di era informasi, kita tidak dapat berharap banyak dengan sekolah yang memberikan kurikulum di era industri. Sebaliknya, dengan pendidikan yang tepat Anda akan mengalami percepatan seperti yang dialami oleh Bill Gates dan Jeff Bezos.

Namun pendidikan yang tepat tidak selalu harus ditemukan di sekolah formal. Apalagi melihat kenyataan yang sangat menyedihkan di bawah ini…

Sekolah-Bisnis-Anak

Fenomena yang sekolah tidak ingin Anda tahu dalam 20 tahun terakhir:
– Sekolah hanya mengajarkan kita cara menghitung uang, bukan menghasilkan uang
– Sekolah menjadikan program Entrepreneurship sebagai program untuk menarik murid baru, ironisnya tidak satu pun dari pengajarnya yang merupakan seorang pengusaha
– 90% pelajaran yang diterima oleh murid adalah teori yang tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

Melihat fenomena yang terjadi di atas, kami tergerak untuk memberikan Anda sebuah solusi melalui sebuah program sekolah untuk 12 – 18 tahun bernama.

Untuk itu kamu hadirkan: SYKAHA SCHOOL OF BILLIONAIRE

Sekolah-Bisnis-Anak-650x395